Kuliner / Jajanan / Tempe Mendoan, Kuliner Tradisional Ala Banyumasan yang Tak Terlupakan

Tempe Mendoan, Kuliner Tradisional Ala Banyumasan yang Tak Terlupakan

Mendoan Khas Banyumasan (sumber: intan.blog.ugm.ac)

Mendoan Khas Banyumasan

Meskipun sudah lebih dari 15 tahun di perantauan jauh meninggalkan kampung halaman saya di Cilacap, Jawa Tengah, saya tidak pernah lupa kuliner tradisional khas Banyumasan yang enak, murah meriah, dan tidak dapat ditemukan di daerah lain, yakni tempe mendoan. Mendoan, yang sering dipelesetkan mendo-mendo dipangan (setengah matang dipangan) memang benar adanya. Makanan khas daerah Karisidenan Banyumas ini memang dimakan saat setengah matang.

Saking terkenalnya, mendoan sempat menjadi salah satu hits penyanyi lokal Banjarnegara, SOPSAN, dengan judul lagunya Narkoba. Narkoba yang mereka plesetkan jadi nasi rames, kopi bakwan.  Di dalamnya ada kata-kata mendoan (mendo-mendo dipangan).

Mengapa mendoan harus disantap ketika setengah matang? Mendoan memang enaknya dimakan ketika setengah matang dan kondisi hangat, dan sudah disetting demikian. Terbuat dari bahan khusus, meskipun bahan kedelai pembuatannya sama dengan tempe-tempe yang lain, namun yang khusus di sini adalah perlakuannya. Proses pembuatannya dipilih dari kedelai pilihan, kemudian dibungkus dengan daun pisang atau daun jati. Pemilihan daun sebagai pembungkus menjadikan rasa tempenya berbeda dengan tempe yang dibungkus plastik.

Kuliner khas Karisidenan Banyumasan ini hingga kini masih sangat mudah ditemui, khususnya di wilayah karisidenan ini, yang meliputi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Banjarnegara. Di setiap warung-warung makan tradisional Anda akan dengan mudah menemukan makanan khas ini. Selain itu, Anda juga dapat menemukan makanan ini di warung-warung kopi.

Karena kekhasan makanan ini, banyak orang dari luar daerah karisidenan ini mencoba menyajikan mendoan ala mereka. Namun, karena tidak tahu caranya, bahkan dari yang sangat dasar, yakni cara pembuatan tempenya, tetap saja tidak seenak tempe mendoan asli Banyumas. Di sisi lain, cara menggoreng dan bahan-bahan serta bumbu yang dipakai pun mempengaruhi rasa.

Beberapa kali saya mencoba membeli produk mendoan dari daerah lain,  yang dibuat oleh orang bukan asli Banyumasan, sangat berbeda jauh. Perbedaannya mulai dari rasa tempenya, yang masih sangat kentara terbuat dari tempe plastikan, juga bumbu yang dipakai.

Salah satu bumbu yang dipakai untuk mendoan asli Banyumas adalah rempah ketumbar. Ketumbar ini menciptakan aroma yang khas dan rasa yang berbeda. Adonan dan tepung yang digunakan pun berbeda.

Jajanan tradisional ini sangat cocok disajikan kapan pun, di acara apapun, namun paling cocok jika disajikan pada saat suasana dingin, misalnya di pagi hari atau di saat turun hujan. Disajikan dengan cabe rawit muda untuk nyigit (semacam lalap), ditemani secangkir teh hangat atau kopi, Anda akan merasakan sensasi tersendiri.

Anda penasaran untuk menikmati kuliner khas daerah Banyumasan ini? Kini sudah ada beberapa tempat di Jakarta yang khusus menyediakan jajanan daerah ini, yang dibuat dan dipasarkan oleh orang asli Banyumasan. Sehingga rasa dan nikmatnya tidak akan jauh berbeda.

Atau jika Anda ingin menikmatinya langsung dari daerah asalnya, datanglah ke empat Kabupaten itu, dan mampir ke warung tradisional atau warung kopi, nikmatnya tempe mendoan hangat menanti untuk disantap.

Selamat berwisata kuliner.

*ilustrasi: intan.blog.ugm.ac

Penulis: Lintang Sunu

Foto Profil dari Lintang Sunu
Seorang Financial Service Consultant di sebuah perusahaan asuransi swasta terbesar di Indonesia. Aktif dalam dunia blogging sejak tahun 2008 dan fokus pada masalah sosial, perencanaan keuangan, dan kritik sosial.

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Resep dan cara membuat sayur sop

Resep dan Cara Membuat Sayur Sop yang Sedap

Resep dan cara membuat sayur sop sedap – Masakan dengan cara yang ...